07 Juli, 2010

khilafah


kapan lagi lidah ini mau berucap tobat?

Kembali Ke Atas Go down

http://www.friendster.com/12256862

PERKIRAAN SEMENTARA RANGKUM TAHUN TARIYKH NUBUWAH DAN RISALAH

NABI DAN RASUL

PERKIRAAN TAHUN

CATATAN PERISTIWA

01

Aadam

Adam

220.000 – 120.000?

hidup ±930 tahun? epoh holocene, zaman paleolithicum

02

Syist

Sheth

120.000 – 90.000?

anak ke3 Adam

120.000 – 60.000?

kebangkitan peradaban manusia di Afrika

90.000 – 30.000?

kebangkitan peradaban manusia di Asia dan Eropa

30.000 – 10.000?

kebangkitan peradaban manusia di Amerika dan Australia

03

Idriys

Adrian

75.000 – 15.000?

generasi ke10 Adam? [ 1 generasi >1 milenium?]

04

Nuwh

Noah

16.000 – 8000?

generasi ke13 Adam, hidup ±950 tahun? periode glasial akhir

8000 – 6000

migrasi manusia pasca banjir besar di masa Nuwh

6000 – 3000

kebangkitan Mesir, Sumeria, Mesopotamia, dan Babilonia

05

Huwd

Hood

6000 – 3000

generasi ke8 Nuwh, hidup ±165 tahun

06

Shalih

Salic

5000 – 2000

generasi ke10 Nuwh

4000 – 2000

kebangkitan Akadia, Rusia, Tibet, dan Cina

07

Ibrahiym

Abraham

2500 – 1500

generasi ke10 Nuwh, hidup ±195 tahun. pendirian ka`bah

08

Luth

Loth

1900 – 1600

cucu Huwd, penghancuran Sodom dan Gomorah

09

Ishaaq

Isaac

1750 – 1500

anak pertama Ibrahiym, hidup ±144 tahun

10

Ismaa'iyl

Samuel

1750 – 1500

anak kedua Ibrahiym, hidup ±137 tahun

11

Ya'quwb

Jacob

1600 – 1300

anak Ishaaq

12

Yuwsuf

Joseph

1500 – 1250

anak Ya'quwb dan cucu Ishaaq, hidup ±123 tahun

13

Maliki

Malek

1450 – 1200

14

KHaydir

Heyder

1450 – 1200

guru Muwsa

15

Syuay'b

Soyeb

1450 – 1200

cucu Luth, mertua Muwsa

16

Haarunwn

Aron

1300 – 1100

generasi ke4 Ya'kuwb, kakak Muwsa

17

Muwsa

Moses

1300 – 1100

generasi ke4 Ya'kuwb, murid KHaydir, hidup ±170 tahun

1200 – 0600

kebangkitan India dan peradaban Arya dan Hinduisme

1200 – 0600

kebangkitan Yunani dan peradaban Aeolia

18

Yuwnus

Jonah

1200 – 1000

generasi ke4 Ya'kuwb

19

Ayyuwb

Ayeb

1200 – 1000

generasi ke5 Ya'kuwb

20

DZuwkiyfli

Zolcef

1200 – 1000

anak Ayyuwb

1025 – 1000

kebangkitan kerajaan Isra'iyl dan kedatangan Palestina

21

Dawud

David

1100 – 0800

generasi ke13 Ishaaq, hidup ±180 tahun

22

Sulayman

Solomon

1000 – 0700

generasi ke14 Ishaaq, anak Dawud, hidup ±300 tahun

23

Ilyaas

Ilyush

1000 – 0500

generasi ke4 Haaruwn

24

Ilyaasa

Ilyushin

1000 – 0500

generasi ke4 Haaruwn

25

Adnan

Adnan

1000 – 0500

generasi ke40 Isma'iyl

26

Zakaariyya

Zacharias

1000 – 0500

keturunan Sulayman

27

Yahya

Johanes

1000 – 0500

anak Zakaariyya

630 – 553 SM

Zarathustra | Zoroaster, nabi palsu pengembang Zoroisme

28

Sidharta

Gawtama

566 – 483 SM

sang Buddha, mengembalikan Hinduisme ke Alt Tawrat

29

Lo Cu

Lao Tze

604 – 531 SM

membawa Buddhisme ke China sebagai Taoisme

30

Kong Hu Cu

Kon Fu Tze

551 – 478 SM

pengembang Buddhisme – Taoisme di China

336 – 323SM

ekspansi Iskandar Agung | Alexander the Great

100 SM – 70 M

kebangkitan dan keruntuhan kekaisaran Romawi

31

Iysaa

Jesus

± 5 SM – 30 M

keturunan Sulayman

32

Muhammad

Mohammed

571 – 632 M

generasi ke61 Isma'iyl


Kembali Ke Atas Go downtabel ini adalah perjalanan umat manusia sepanjang zaman kenabian dan khilafah islam berakhir di turki(turki utsmsni) Pada 3 maret 1924,jadi apa zaman yang sedang dan yang kita nantikan? Rosullulah saw bersabda:

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).

Sanad Hadits

Imam Ahmad menerimanya dari Sulaiman bin Dawud ath-Thuyalisi dari Dawud bin Ibrahim al-Wasithi dari Habib bin Salim dari an-Nu‘man bin Basyir. Ia berkata:

Kami sedang duduk di masjid bersama Rasulullah saw. Basyir adalah orang yang hati-hati dalm berbicara. Lalu datang Abu Tsa‘labah al-Khusyani. Ia berkata, “Wahai Basyir bin Saad, apakah engkau hapal hadis Rasulullah saw. tentang para pemimpin?”

Hudzaifah berkata, “Aku hapal khutbah beliau.”

Lalu Abu Tsa‘labah duduk dan Hudzaifah berkata, “Rasululah saw. bersabda: (sesuai dengan matan hadis di atas).” 1

Al-Bazzar2 menerimanya dari al-Walid bin Amru bin Sikin dari Ya‘qub bin Ishaq al-Hadhrami dari Ibrahim bin Dawud dari Habib bin Salim dari an-Nu‘man bin Basyir. Ia bercerita bahwa ia sedang di masjid bersama bapaknya, Basyir bin Saad. Lalu datang Abu Tsa‘labah al-Khusyani. Kemudian terjadilah dialog seperti di atas.

Al-Haytsami berkomentar,3"Imam Ahmad meriwayatkannya dalam Tarjamah an-Nu‘mân, juga al-Bazzar secara persis, ath-Thabrani secara sebagiannya di dalam al-Awsath, dan para perawinya tsiqah. Ibn Rajab al-Hanbali juga menukil riwayat Ahmad ini.

Makna dan Faedah

Hadis ini memberitahukan lima periode perjalanan kaum Muslim sejak masa kenabian. Periode pertama adalah periode kenabian.

Periode kedua adalah periode Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Para ulama sepakat bahwa periode Khilafah Rasyidah adalah periode Khilafah yang berjalan di atas manhaj kenabian. Menurut sebagian ulama, periode ini adalah periode Khulafar Rasyidin sampai periode Khilafah al-Hasan bin Ali. Khilafah Umar bin Abdul Aziz oleh sebagian ulama juga dikategorikan Khilafah Rasyidah sehingga beliau juga dijuluki Khulafaur Rasyidin.

Periode ketiga adalah periode pemerintahan dan kekuasaan yang zalim. Lafal mulk bisa berarti kerajaan, bisa juga al-hukm wa as-sulthân (pemerintahan dan kekuasaan). Lafal mulk dalam hadis ini kurang tepat jika dimaknai kerajaan sebagai sebuah bentuk pemerintahan. Sebab, setelah Khulafaur Rasyidin, bentuk pemerintahan kaum Muslim tidak berubah menjadi kerajaan, tetapi tetap Khilafah. Kepala negara tetap seorang khalifah dan tidak pernah berubah menjadi raja. Ini adalah fakta yang telah disepakati para ulama. As-Suyuthi dalam Tarîkh al-Khulafâ’ berkata, “Aku hanya menyebutkan khalifah yang telah disepakati keabsahan imâmah-nya dan keabsahan akad baiatnya.”5

Secara faktual, Khilafah terus berlanjut sampai diruntuhkan oleh penjajah Barat tahun 1924 M. Namun, juga disepakati, selama rentang waktu tersebut terjadi penyimpangan dan keburukan penerapan Islam di sana-sini. Jadi, periode tersebut adalah periode pemerintahan dan kekuasaan yang di dalamnya terjadi kazaliman, yaitu peyimpangan dan keburukan penerapan sistem dalam beberapa hal.

Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan dan kekuasaan jabbariyah (diktator). Dalam riwayat Abu Tsa‘labah al-Khusyani dari Muadz bin Jabal dan Abu Ubaidah, periode ini digambarkan sebagai periode pemerintahan dan kekuasaan yang sewenang-wenang, durhaka, diktator, dan melampaui batas.6Gambaran demikian adalah gambaran pemerintahan dan kekuasaan yang bukan Islam. Periode pasca runtuhnya Khilafah saat ini tampaknya sesuai dengan gambaran tersebut.

Periode terakhir adalah periode kembalinya Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ini merupakan basyârah (berita gembira) akan tegaknya kembali Khilafah setelah keruntuhannya. Makna yang sama juga diriwayatkan dalam banyak riwayat. Jika riwayat ini digabung dengan riwayat lain yang semakna, yaitu riwayat akan masuknya Islam di setiap rumah, hadis al-waraq al-mu’allaq, hadis Khilafah turun di bumi al-Quds, hadis mengenai Dâr al-Islâm kaum Mukmin berpusat di Syam, hadis ‘adl wa al-jur, hadis hijrah setelah hijrah, hadis al-ghuraba’, hadis al-mahdi, dan hadis akan ditaklukkannya Roma, maka makna tersebut bahkan bisa sampai pada tingkat mutawatir.7

Basyârah ini selayaknya memacu semangat kita untuk terus berjuang demi tegaknya Khilafah, karena kita ingin mendapat kemuliaan, yakni turut menjadi aktor bagi terlaksananya janji Allah tersebut. Allâhummarzuqnâ dawlah Khilâfah Râsyidah.

Wallâh a‘lam bi ash-shawâb.

Catatan Kaki

1 Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, IV/273, Muassasah Qurthubah, Mesir. t.t.

2 Al-Bazar, Musnad al-Bazar 4-9, VII/223, ed. Mahfuzh ar-Rahman Zainullah, Muassasah ‘Ulum al-Quran-Maktabah al-‘Ulum wa al-Hukm, Beirut-Madinah, cet. I. 1409.

3 Al-Haytsami, Majma’ az-Zawâ’id, v/188-189, Dar ar-Rayan li Turats-Dar al-Kitab al-‘Arabi, Kaero-Beirut. 1407.

4 Ibn Rajab al-Hanbali, Jâmi’ al-ulûm wa al-Hukm, I/264, Dar al-Ma’rifah, Beirut. cet I, 1408.

5 As-Suyuthi, Târîkh al-Khulafâ, hlm. 8, Dar al-Fikr, Beirut. t.t.

6 Al-Haytsami, op. cit.

7 Lihat: Muhammad asy-Syuwaiki, ath-Tharîq ilâ Dawlah al-Khilâfah, Bait al-Maqdis, 1411; Hafizh Abdurrahman, Khilafah Islam dalam Hadist Mutawatir bi al-Ma’na, al-Azhar Press, Bogor. Cet. I. 2003-1424.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar